Kereta Cepat
alur kereta cepat Jakarta-Bandung akan berjarak 140,9 km,
menghubungkan empat stasiun: Halim (Jakarta, Karawang, Walini dan Tegal
Luar (Bandung.)
Di setiap stasiun, akan dibangun Transit Oriented
Development (TOD) untuk mendorong lahirnya sentra ekonomi baru di
koridor Jakarta-Bandung.
"Setiap kereta mampu mengangkut 583 orang sekali jalan. Kecepatannya bisa 350 km/jam. Di setiap stasiun dibangun transit oriented development-nya untuk mendorong lahirnya sentra ekonomi baru di luar Bandung," tambahnya.
Misalnya, di Walini, akan dibangun kota baru Walini. Sementara di Tegal Luar akan dibangun kota berbasis teknologi informasi.
"Jika
melihat contoh di Jepang dan Cina, pembangunan kota yg dilewati kereta
cepat perlu 10-15 tahun. Ini bukan soal mudah, tapi hal yang sangat
kompleks."
Danang Parikesit, Ketua Masyarakat Transportasi
Indonesia, menilai, perkiraan dampak ekonomi kereta cepat
Jakarta-Bandung perlu direvisi
Menurut kajian awal, jumlah penumpang akan mencapai 60.000 per hari.
"Itu terlalu optimistis," katanya.
Direncanakan, nantinya dengan
kereta cepat ini, Bandung Jakarta akan ditempuh dalam 35 menit, dan harga tiketnya sekitar Rp225.000.
Proyek kereta cepat ini sempat dibayangi ketidakpastian, termasuk kabar
penolakan proyek ini oleh Presiden Joko Widodo, serta persaingan antara
Jepang dan Cina.
Di sisi lain, sebagian pengamat juga
mempermasalahkan belum matangnya analisis dampak lingkungan untuk
pembangunan jalur kereta itu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar